Assassin’s Creed mengalami penolakan dari fans ketika fokus gameplay bergeser dari stealth ke hack and slash. Dampak dari penolakan adalah kepercayaan fans menurun karena merasa nilai-nilai melenceng dari karakter Assassin.
Persepsi Assassin yang terbentuk adalah bertarung dalam senyap, tidak mengundang perhatian. Bukan secara terbuka bacok-bacokan kaya Geralt.
Biasanya, remastered adalah solusi cepat untuk menjaga hype fans agar positioning tidak bergeser. Alih-alih memilih remastered, Ubisoft memutuskan mengemas seri Assassin’s Creed yang mengembalikan elemen stealth dengan sentuhan modern.
Assassin’s Creed Mirage adalah jawaban dari fans yang ingin mempertahankan nilai-nilai stealth, dengan menghadirkan karakter baru dan latar cerita peradaban islam pada abad ke-9.
Mulanya Assassin’s Creed Mirage menjadi jawaban bagi fans yang ingin kembali merasakan sensasi bagaimana Assassin seharusnya. Mengendap-endap, senyap, dan mematikan.
Assassin Creed’s Mirage

Assassin’s Creed Mirage adalah seri Assassin’s Creed ketiga belas. Seri ini merupakan lanjutan dari Assassin’s Creed Valhalla, namun secara kronologis waktu lebih dahulu Mirage.
Seri ketiga belas Assassin’s Creed ini mengambil latar waktu abad ke-9 di Baghdad pada Zaman Peradaban Islam. Dalam game ini, Anda akan memerankan Basim Ibn Ishaq, pencuri jalanan yang bergabung dengan Hidden Ones untuk melawan Order of the Ancients.
Narasi dalam video game berfokus pada dilema Basim antara menjalani hidup sebagai Hidden Ones dan mencari tahu masa lalunya.
Assassin’s Creed Mirage kembali ke fitur awal yang berfokus pada stealth, parkour, dan aktivitas mengendap ala Assassin Creed. Game ini memiliki skala lebih kecil dari seri terdahulu, karena awalnya direncanakan sebagai ekspansi AC Valhalla. Kemudian, manajemen Ubisoft Bordeaux melakukan pivot menjadi seri baru.
Game ini dirilis pada 5 Oktober 2023 secara globa. Anda dapat memainkannya di PlayStation 4, PlayStation 5, Windows, Xbox One, dan Xbox Series X/S. Dengan begitu, Anda dapat main di PC Gaming sampai PS4.
Baca Juga : Urutan Main Kronologi Game Assassin Creed
Gameplay Assassin’s Creed Mirage

Assassin’s Creed Mirage kembali ke akar lama seri Assassin’s Creed dengan menampilkan satu karakter utama, Basim Ibn Ishaq. Bentuk lain dari back to basic adalah pemakaian Hidden Blade ala Assassin, bom asap, pisau lempar, dan anak panah beracun.
Tidak hanya masalah persenjataan saja, Basim dapat upgrade senjata melalui skill tree yang terdiri dari Phantom, Trickster, dan Predator.
Phantom adalah kumpulan skill yang berfokus untuk pertarungan terbuka dan stealth. Skill yang dibuka mendukung Basim melancarkan serangan.
Trickster adalah skill yang fokusnya survival seperti collect item, memperluas kapasitas senjata, dan nyopet koin.

Predator adalah skill dengan fokus menggunakan Enkidu untuk observasi area. Jika di dunia modern, ia bisa menjadi drone untuk memantau pergerakan musuh.
Kesamaan tokoh protagonis Assassin’s Creed memiliki Eagle Vision. Dan Basim memiliki burung elang bernama Endiku, untuk memantau area sekitar. Anggap aja seperti map untuk menandai lokasi Leap Of Faith.
Fitur Assassin’s Creed Mirage

Assassin’s Focus menjadi fitur baru yang dimasukan Ubisoft di AC Mirage. Fitur ini muncul sebagai bagian dari back to basic Assassin’s Creed, yang menitikberatkan Stealth dan Parkour.
Fitur ini dapat membuat Anda melakukan pembunuhan berantai berdasarkan target yang Anda pilih. Cara mengaktifkan Assassin’s Focus yaitu mulai dari memilih target, kemudian Basim akan teleport ke musuh sesuai urutan target.
Ini menjadi variasi baru untuk menjalankan stealth dengan efisien. Cocok untuk situasi mendesak.
Assassin’s Focus hanya bekerja jika focus bar milik Basim terisi penuh. Untuk mengisinya, Basim harus melawan musuh secara manual. Jika focus bar sudah terisi penuh, Basim dapat membunuh 5 musuh sekaligus.
Baca Juga : Kapan Waktu Terbaik Membeli Franchise Assassin’s Creed?
Review Assassin’s Creed Mirage

Assassin’s Creed Mirage tetap mempertahankan elemen lawas Assassin;s Creed namun tetap mempertahankan sentuhan modern. Penguatan segi stealth, combat, hingga Parkour masih tetap utuh.
Gameplay pun dibawa kembali ke basic Assassin Creed dengan berbagai peningkatan untuk menyesuaikan perkembangan zaman. Konsekuensi adalah spesifikasi Assassin’s Creed Mirage menjadi lebih besar tetapi itu harga yang dibayar oleh player lawas.
Eksplorasi ke seluruh penjuru kota demi mendapatkan collectibles harus dibatasi agar pemain bisa fokus ke Main Mission. Side mission tetap disediakan agar Basim memiliki item maupun coin untuk melakukan suap agar tidak menambah wanted level.
Bicara soal sogok-menyogok, AC Mirage mengembalikan elemen wanted level yang selalu ada di Seri Assassin Creed. Kecuali AC Valhalla dan AC Origins yang berbasis blacklist seperti NFS Most Wanted, makin tinggi level makin sulit lawan yang dihadapi.
Elemen visual AC Mirage berfokus pada lingkungan Baghdad pada tahun 800 an di zaman keemasan islam. Menggunakan arsitektur kota untuk area gurun, namun tetap menampilkan aktivitas masyarakat dari berbagai status sosial.
Status sosial terlihat dari gaya pakaian dan lokasi. Seperti masyarakat modern, dimana ada kawasan yang ditempati orang kaya dengan kawasan yang ditempati orang UMR.
Lokasi menjadi pembeda masyarakat tetapi tidak dengan suara adzan. Sudah beberapa kali dalam gameplay terdengar suara adzan sebagai penanda waktu. Hanya saja Basim gak ikut sholat berjamaah.
Klasik yang tidak “Klasik”

Ubisoft memposisikan Assassin’s Creed Mirage sebagai game yang menawarkan back to basic. Mempertahankan fitur-fitur lawas Assassin’s Creed secara keseluruhan untuk menjaga fans lawas yang belum move on dari Altair.
Jika ada orang brand ngomongin AC Mirage, maka positioning yang dipakai adalah nostalgia. Mengajak player lawas yang sudah jengah dengan perubahan AC dari stealth ke hack and slash.
Secara positioning, AC Mirage adalah nostalgia. Memberikan pengalaman nostalgia dengan fleksibilitas dalam menyelesaikan main mission.
Apabila mengikuti kiblat Assassin’s Creed, menyelesaikan misi harus senyap dan tidak boleh ketahuan musuh. Kalau ketahuan, misi dinyatakan gagal.
AC Mirage memberikan pendekatan lebih fleksibel, Anda dapat menyelesaikan secara stealth maupun open combat. Pilihan ini memberi kebebasan bagi pemain untuk melakukan dalam senyap atau meratakan semua lawan.
Konsep fleksibilitas sudah pernah dipakai Ubisoft dalam Ghost Recon Wildlands. Dimana pemain mendapat kebebasan untuk menyelesaikan misi secara senyap maupun membantai seperti Rambo.
Membangun sistem skill

Assassin’s Creed Mirage datang dengan sistem equipment untuk mempersenjatai Basim. Equipment tersebut akan bekerja dengan baik dengan skill tree yang harus dibuka. Makin banyak skill yang sudah dibuka, makin mudah Basim menyelesaikan misi.
Skill tree baru bisa dibuka dengan mengumpulkan skill point melalui side mission “Tales of Baghdad”, misi yang diperoleh melalui peta.
Kelebihan Assassin’s Creed Mirage
- Permainan berfokus pada jalan cerita
- Mengembalikan marwah Assassin’s Creed yang lama tenggelam seperti stealth dan parkour
- Environment Baghdad memberi pengalaman berada di Zaman Islam Modern
- Assassin Focus meningkatkan efisiensi permainan
Kekurangan Assassin’s Creed Mirage
- Pembatasan eksplorasi membuat durasi game menjadi singkat
- Sistem parkour pada titik tertentu mengalami gangguan yang membuat landing tidak presisi
- Efektivitas pertarungan dipengaruhi oleh skill tree
Assassin’s Creed Mirage cocok untuk pemain AC lawas yang ingin kembali kepada dasar seperti stealth dan parkour. Namun, game ini akan terasa membosankan untuk pecinta eksplorasi karena limitasi lingkungan.
