Sistem perpipaan memiliki peran krusial untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Jika tidak memiliki saluran perpipaan yang memadai, maka Anda kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sistem perpipaan air bersih adalah kunci untuk menjawab kebutuhan air harian. Membuat saluran perpipaan untuk air bersih ternyata tidaklah cukup. Air yang Anda gunakan untuk mandi dan mencuci pakaian haruslah terbebas dari rayap.
Jangan sampai ada rayap menghinggapi sistem perpipaan air bersih di rumah Anda. Untuk mengantisipasinya, kenali perilaku rayap pada sistem perpipaan.
Apakah rayap dapat merusak sistem perpipaan

Rayap merupakan hewan yang hidup di lingkungan dengan kelembaban tinggi antara 70%-90%. Lingkungan lembab menjadi tempat ideal untuk rayap berkembang biak, membangun koloni, dan membuat sarang.
Secara tidak langsung, Rayap dapat merusak sistem perpipaan. Walau bukan dalam pengertian memakan pipa, tetapi karena kelembaban dari kondensasi di sekitar pipa. Sederhananya, rayap tertarik dengan kelembaban kebocoran pipa.
Rayap sering berada di area dalam rumah yang basah seperti saluran air sampai kamar mandi. Tetapi ada kalanya rayap hinggap di ruang bawah tanah karena lebih lembab.
Membuat desain sistem perpipaan anti rayap

Prinsip sistem perpipaan anti rayap adalah dengan memasang pipa berlubang di bawah pondasi lantai bangunan sebelum proses pengecoran. Tujuannya memudahkan distribusi termisida secara merata.
Terdapat tujuh langkah untuk membuat desain perpipaan anti rayap, yaitu
Inspeksi lapangan
Langkah pertama yang dilakukan adalah melihat lokasi instalasi perpipaan. Menilai karakteristik lokasi untuk melihat tata letak saluran pipa. Dari sinilah, MEP Engineer mulai membuat rencana perancangan sistem perpipaan air bersih anti rayap.
Desain tata letak
Perencanaan MEP Engineer kemudian diterjemahkan dalam bentuk desain jalur perpipaan. Biasanya perpipaan anti rayap berada di bawah lantai untuk memaksimalkan perlindungan dan memudahkan maintenance.
Perencanaan desain dapat dilihat melalui software CAD. Salah satu software gambar yang dipakai adalah AutoCAD.
Instalasi perpipaan
Setelah memegang gambar MEP, kontraktor mulai memasang pipa berlubang tahan bahan kimia yang menyesuaikan ukuran pada desain. Pipa tersebut ditempatkan secara merata untuk memastikan distribusi termisida yang merata di bawah pelat beton.
Instalasi perpipaan anti rayap memakai pipa berdiameter 16mm (1/2 inci hingga 5/8 inci). berbaha membran karet untuk memudahkan pemerataan termisida. Lalu ukuran klem memakai diameter antara lain 40mm, 50mm, 65mm, 80mm, dan 100mm.
Kemudian pipa drainase memakai diameter 110 mm sampai 160mm. Serta pipa bawah tanah memakai ukuran 50mm.
Penempatan kotak sambungan
Kotak sambungan eksternal dipasang untuk memudahkan isi ulang termisida tanpa harus membongkar saluran perpipaan. Hal ini memudahkan pekerjaan penyedia jasa anti rayap saat bertugas.
Uji tekanan
Sebelum menyuntikan terminisida ke saluran perpipaan air bersih, akan dilakukan pengujian tekanan untuk memeriksa tingkat kebocoran maupun penyumbatan.
Pengujian tekanan memakai dua metode yaitu hidrostatik dan pneumatik. Uji hidrostatik menggunakan air untuk memeriksa kebocoran pada saluran air. Sedangkan uji pneumatik untuk menemukan titik beku air.
Pengisian bahan kimia anti rayap
Pipa pada sistem perpipaan air bersih diisi bahan kimia anti rayap. Proses pengisian dilakukan setelah lolos uji tekanan.
Pengisian bahan kimia dengan melarutkan cairan secara merata di sepanjang jalur sistem perpipaan. Semakin panjang salurannya, semakin banyak bahan kimia yang dibutuhkan.
Pesegelan
Proses penyegelan (sealing) dilakukan setelah semua saluran perpipaan terlindungi lapisan anti rayap. Dengan demikian, proses pembuatan sistem perpipaan air bersih anti rayap sudah selesai.
Material sistem perpipaan anti rayap
Sistem perpipaan anti rayap membutuhkan material pipa yang mampu menahan serangan rayap. Terdapat berbagai jenis material pipa yang dinilai memiliki ketahanan tinggi sehingga rayap tidak mampu menembusnya.
Berikut adalah beberapa material pipa dengan karakteristik anti rayap.
Tembaga
Pipa tembaga banyak digunakan untuk penggunaan AC dan air panas ketika mandi. Karakteristiknya adalah tahan korosi dan suhu tinggi.
Tembaga memiliki sifat biosida alami yang dapat melepaskan ion racun bagi rayap. Jika terkena, rayap akan mengalami kerusakan saraf yang menyebabkan kematian rayap.
Stainless Steel
Pipa Stainless Steel cocok untuk instalasi air bersih karena tidak bereaksi dengan bahan kimia. Memiliki usia pakai yang panjang, mudah dibersihkan, dan tahan korosi.
Apabila berbicara soal sistem perpipaan anti rayap, pipa stainless steel grade 316 memiliki tingkat kekerasan tinggi yang tidak dapat ditembus rayap. Kemudian ukuran jaring (mesh) yang kecil menyulitkan rayap untuk menembusnya.
UPVC
Pipa UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride) memiliki sifat kaku dan sintesis yang membuatnya tidak dapat dicerna oleh rayap. Sifat pipa uPVC adalah kedap air dan tidak berpori, yang dapat menghalang rembesan air. Dengan demikian, rayap tidak dapat masuk ke saluran perpipaan.
Langkah preventif agar sistem perpipaan bebas rayap
Mengabaikan perencanaan
Instalasi sistem perpipaan anti rayap membutuhkan perencanaan dan kalkulasi. Sering karena ingin cepat selesai membuat pemasangan pipa terburu-buru sehingga memperbesar risiko membuka jalur masuk rayap.
Antisipasi yang bisa diambil adalah tandai titik yang paling berpotensi munculnya rayap seperti kamar mandi, dapur, hingga saluran pembuangan. Kemudian lakukan pengujian secara menyeluruh,
Memakai material pipa berkualitas rendah
Memilih material kualitas rendah diambil sebagai langkah penghematan. Tetapi cara ini akan membawa masalah di kemudian hari. Pipa bocor adalah masalah yang paling sering ditemukan.
Oleh sebab itu, memilih pipa dengan kualitas tinggi sangat layak agar bebas dari rayap. Ketahanan dan keandalan dapat berlangsung selama bertahun-tahun.
Memasang pipa terlalu dalam
Pemasangan pipa terlalu dalam menyebabkan termisida masuk ke dalam tanah. Merusak pH tanah, menciptakan residu jangka panjang, dan menghancurkan zat hara dalam tanah.
Pertahankan kedalaman pipa sampai 30 cm dibawah permukaan tanah. Angka ini dipilih untuk memastikan proteksi termisida terbentuk pada lapisan tanah yang sering dilewati rayap.
Tidak memeriksa aliran tekanan pipa
Buruknya kendali tekanan membuat distribusi termisida tidak merasa. Ketidakmerataan inilah membuat rayap dapat masuk. Jadi, lakukan uji tekanan terlebih dahulu sebelum mengisi saluran pipa dengan termisida. Pastikan alirannya merata di seluruh jaringan pipa.
Mengabaikan titik pengisian ulang
Saluran perpipaan tanpa adanya tempat pengisian ulang di area yang sulit dijangkau akan merepotkan pengisian termisida di masa mendatang. Agar tidak perlu membongkar saluran pipa, sediakan tempat pengisian ulang termisida.
Kesimpulan
Rayap merupakan hewan yang sangat menggemari lingkungan dengan kelembaban tinggi (70%-90%) Salah satu tempat yang disukai adalah area saluran perpipaan karena mengandung banyak air untuk proses berkembang biak.
Sistem perpipaan yang dihinggapi mengakibatkan kebocoran pada pipa. Bahkan yang lebiih parah adalah tempat tersebut menjadi sarang rayap. Jika dibiarkan akan menganggu kualitas hidup Anda.
Merancang sistem perpipaan anti rayap adalah langkah untuk memastikan saluran air bebas rayap. Mulai dari pemasangan pipa di bawah tanah sampai distribusi termisida supaya tidak dihinggapi rayap.
Hubungi jasa anti rayap pipanisasi Fumina
Mendapatkan sistem perpipaan air bersih bebas rayap bukanlah hal sulit. Perencanaan, pemilihan material, dan persiapan instalasi adalah langkah untuk membasmi rayap dari saluran air bersih Anda.
Fumina berpengalaman lebih dari 10 tahun sebagai pemberantas hama rayap melalui metode menanam pila ke dalam tanah. Kunjungi situs Fumina untuk mendapat solusi jasa anti rayap.
