Rencana Anggaran Biaya (RAB) menjadi pegangan MEP engineer untuk mengerjakan proyek. Rincian terkait anggaran, spesifikasi, sampai dengan langkah kerja telah tercatat dalam sebuah berkas.
Apabila MEP engineer tidak memiliki RAB, proyek sebagus apapun tidak akan berjalan. Hal ini dikarenakan tidak ada kejelasan anggaran untuk menyelesaikan pekerjaan.
Oleh sebab itu, penting bagi MEP Engineer mengetahui bagaimana cara menyusun RAB proyek MEP. Mulai dari menentukan harga material sampai cost management agar proyek selesai sesuai rencana.
Mengapa MEP Engineer harus menyusun RAB

Penyusunan RAB dilakukan untuk memastikan proyek dapat berjalan sesuai jadwal dan jumlah anggaran. Anda dapat melakukan manajemen anggaran, alokasi sumber daya, mengatur jadwal proyek, mitigasi risiko, sampai pemantauan kinerja.
RAB memberi kerangka kerja yang jelas untuk menentukan anggaran yang realistis. Kejelasan anggaran mencegah pengeluaran berlebihan dan memastikan alokasi dana tepat guna selama pengerjaan proyek berlangsung.
RAB membantu mengalokasi sumber daya seperti tenaga kerja, material, dan peralatan untuk memastikan penggunaan sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Dengan demikian, kualitas pekerjaan semakin meningkat.
Mitigasi risiko proyek MEP dapat dilakukan ketika memiliki cadangan keuangan. Yang mana itu terjadi kalau Anda memiliki RAB. Memudahkan membuat rencana kontijensi sehingga menurunkan risiko penundaan pekerjaan.
MEP Engineer akan diminta terjadi penjadwalan pengerjaan proyek. Walau tidak ada jadwal pekerjaan, RAB menjadi alat untuk mengkoordinasi aktivitas tanpa mengorbankan keuangan perusahaan.
Kemudian, RAN menjadi pedoman untuk melihat perbandingan biaya perencanaan terhadap biaya aktual. Apakah pengeluarannya besar pasak daripada tiang atau menghasilkan efisiensi. Hasil ini menjadi bahan evaluasi untuk pengerjaan proyek berikutnya.
Cara menyusun RAB proyek MEP
Menyusun RAB dilakukan secara bertahap supaya mendapatkan anggaran tidak membebankan proyek Anda. Berikut adalah urutan langkah dalam membuat RAB proyek MEP.
Mengumpulkan informasi terkait proyek yang dikerjakan
Hal pertama adalah mengumpulkan informasi tentang proyek yang Anda kerjakan sebanyak mungkin. Informasi ini akan membantu Anda dalam membuat RAB.
Informasi proyek MEP dapat dikumpulkan melalui cargama berikut
- Membaca dokumen dan blueprint proyek
- Bertanya terkait preferensi dan persyaratan kepada klien
- Survey lokasi proyek
- Mempelajari ukuran dan tata letak bangunan sistem MEP
- Referensi terkait regulasi MEP
Struktur rincian pekerjaan
Work Breakdown Structure (WBS) adalah teknik untuk memperkirakan biaya MEP. Perkiraan biaya dapat diklasifikasi menjadi tiga bagian yaitu mechanical, electrical, dan plumbing untuk kemudahan membuat WBS.
Menentukan bahan material
Material menjadi elemen penting dalam pembuatan RAB. Pemilihan material menentukan kualitas dan cost pengerjaan. Semakin bagus kualitas material, semakin besar biaya yang dikeluarkan.
Penentuan material semakin mudah ketika memakai Revit yang memiliki fitur Material Takeoff, yang menampilkan data secara detail dan akurat. Namun apabila Anda tidak menggunakan Revit, ikuti saja langkah-langkah berikut
Menentukan bahan material dari gambar MEP. Informasi pada gambar dapat menentukan jumlah material berdasarkan dimensi dan kode material secara tepat. Memilih material yang tepat akan mendapatkan RAB yang akurat.
Melakukan quantity take-off
Setelah memahami gambar kerja, langkah berikutnya adalah melakukan Quantity Take-Off (QTO) atau menghitung volume material. Dalam tahapan ini Anda menghitung setiap komponen yang dibutuhkan sebelum mengalikan dengan harga satuan.
Proyek MEP meliputi perhitungan panjang pipa, tonase atau luasan ducting, fitting, valve, dan support. Kemudian menentukan jumlah titik lampu, saklar, stop kontak, panjang kabel, hingga kapasitas panel distribusi sesuai dengan daya listrik bangunan.
Apabila sampai ada kesalahan menghitung volume benda dapat mengganggu efisiensi anggaran dan kelancaran pengadaan material.
Menghitung biaya material
Tetapkan harga untuk setiap unit dan hitung jumlahnya berdasarkan kebutuhan material. Harga material dapat melihat melalui survei pasar, berita, maupun calon vendor yang akan didatangi.
Menghitung upah kerja
Gaji pekerja masuk dalam RAB proyek MEP. Besar pengeluaran mencapai 30%-40% dari keseluruhan anggaran.
Klasifikasi tenaga kerja terbagi menjadi dua kategori yaitu bagian teknik dan non teknis. Rincian upah kerja sangat tergantung pada kompleksitas dan ukuran proyek.
Rincian gaji dalam RAB sudah meliputi jumlah pekerja di lokasi, upah lembur, tunjangan, BPJS. Hal ini diluar akomodasi transportasi jika lokasi proyek jauh dari tempat istirahat.
Biaya peralatan
Tidak hanya material dan gaji karyawan, RAB harus mengakomodir biaya sewa alat. Jika tidak memiliki alat, maka pengerjaan proyek makin lama selesainya.
Tambahkan biaya overhead
Biaya overhead adalah biaya yang keluar untuk mendukung pengerjaan proyek MEP. Rincian biaya overhead terdiri dari:
- Inspeksi
- Transportasi
- Administrasi
- Utilitas
- Perlengkapan kantor
- Biaya pemasaran
- Asuransi
- Biaya operasional
Siapkan rencana kontijensi
Rencana kontijensi adalah bentuk penyelamatan untuk menghadapi kondisi tidak terduga. Kontingensi memiliki alokasi 15%-20% dari keseluruhan RAB.
Tinjau secara berkala
Periksa kembali RAB proyek MEP yang sudah Anda susun. Meninjau RAB membantu identifikasi kesalahan perhitungan sebelum menjadi arsip final.
Baca Juga : Perbedaan AutoCAD MEP dan Revit MEP Untuk Desain MEP
Faktor yang mempengaruhi RAB proyek MEP
RAB proyek MEP dipengaruhi oleh spesifikasi proyek, kompleksitas proyek, lokasi pengerjaan, dan pemilihan bahan material. Variabel tersebut mempengaruhi besarnya nilai RAB. Faktor kunci yang mempengaruhi RAB proyek MEP antara lain
Kompleksitas desain
Tata letak maupun persyaratan desain berbanding lurus dengan kebutuhan material dan tenaga kerja. Jika membutuhkan banyak material dan tenaga kerja, maka biaya pembangunan makin besar.
Kualitas dan spesifikasi material
Kualitas material terbaik seringkali harganya mahal karena biaya produksi sampai pengiriman. Untuk pengerjaan proyek dengan material kualitas tinggi, rincian biaya semakin besar.
Kebutuhan tenaga kerja
Tenaga kerja mempengaruhi oleh pemilihan material dan kompleksitas proyek. Apabila Anda mengerjakan proyek dengan tingkat kesulitan tinggi dan memakai material berkualitas, kebutuhan tenaga ahli berpengalaman makin dicari. Dari sini sudah terlihat berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menggaji orang.
Lokasi proyek
Lokasi proyek mempengaruhi aksesibilitas dan tantangan yang dihadapi selama pengerjaan proyek. Tingkat kesulitan proyek MEP di kota besar akan berbeda dengan pengerjaan di area tambang.
Proyek MEP di kota besar dimudahkan dari akses infrastruktur yang berdampak pada harga barang serta jadwal pengiriman.
Proyek MEP di area tambang jauh lebih sulit karena keterbatasan akses transportasi. Secara tidak langsung berdampak pada harga material dan alat karena terkendala jadwal distribusi.
Regulasi wilayah
Proyek MEP dapat berjalan jika mendapat izin kerja dari pemerintah setempat. Salah satunya adalah izin pekerjaan dengan mematuhi keselamatan dan kesehatan kerja. Apabila belum menyelesaikan administrasi perizinan, jadwal proyek akan terhambat.
Tools untuk menyusun RAB proyek MEP
MEP engineer dapat membuat RAB menggunakan software. Microsoft Excel menjadi software yang sering dipakai karena memiliki fitur untuk mengolah data proyek.
Hanya saja, Microsoft Excel adalah aplikasi bersifat umum, sehingga Anda harus membuat program untuk kebutuhan menghitung RAB proyek MEP. Trimble cocok untuk menghitung estimasi biaya pengerjaan proyek MEP, termasuk menghitung konsumsi listrik.
Building Information Model (BIM) memberikan representasi visual 3D secara menyeluruh. Pemodelan ini seringkali dipakai di industri konstruksi, dan berguna untuk mengerjakan proyek MEP.
Kelebihan BIM adalah membantu memberi kejelasan desain ketika sedang menjelaskan rencana kerja. Fitur tambahannya adalah mampu membuat rencana biaya melalui informasi dari gambar kerja.
Baca Juga : 10 Rekomedasi Software Untuk Gambar Plumbing Buat Drafter MEP
Kesimpulan
Cara menyusun RAB proyek MEP dimulai dari mengumpulkan informasi proyek sebanyak mungkin. Kemudian membuat perencanaan pemilihan material, sumber daya, alat, tenaga kerja, dan kebutuhan operasional dan administrasi selama proyek berlangsung.
Besarnya RAB berbanding lurus dengan kompleksitas proyek, kualitas material, lokasi proyek, sampai masalah perizinan kerja.
Microsoft Excel, Trimble, dan Revit merupakan tools untuk membantu Anda membuat RAB untuk proyek MEP.
