Walau sudah mendapatkan gaji tinggi tinggi tetapi masih sulit menabung. Fenomena ini dapat ditemukan oleh lulusan teknik yang kebingungan setelah lama bekerja.
Ketika melakukan penelusuran, ditemukan banyak kebocoran anggaran di berbagai titik. Keluarnya uang di titik bocor karena kebiasaan boros yang tidak disadari seperti sering makan di luar sampai membeli handphone dengan skema cicilan.
Mulanya Anda merasa tidak ada masalah karena punya uang. Namun secara perlahan, mulai mengganggu pengeluaran Anda. Dari sinilah Anda mulai memikirkan rencana keuangan untuk keberlangsungan hidup.
Apabila tidak mempersiapkan rencana keuangan akan menurunkan kualitas hidup. Secara beruntun membuat kehidupan Anda makin terbebani secara finansial.
Gangguan beban finansial dapat diminimalisir melalui langkah menyusun roadmap keuangan yang dimulai dari alokasi gaji menggunakan formula budgeting sederhana.
Namun, sebelum Anda membuat roadmap rencana keuangan. Kenali dahulu penyebab kenapa masih sulit mengatur keuangan walau gaji besar.
Kesalahan umum perencanaan keuangan bergaji besar

Tidak memiliki tujuan keuangan
Hal dasar tetapi sering diabaikan oleh orang bergaji besar adalah tidak memiliki tujuan keuangan. Memiliki tujuan finansial tidak harus skala besar, Anda dapat memulainya dari hal kecil.
Contoh sederhana tujuan keuangan adalah memiliki dana darurat, liburan akhir tahun, mengganti handphone baru, sampai nonton konser di luar negeri. Semua itu hanya terjadi apabila memiliki uang dalam jumlah tertentu.
Setelah menentukan tujuan keuangan, langkah berikutnya adalah menyusun strategi untuk mewujudkannya. Berapa lama waktu yang diperlukan serta bagaimana cara menambahkan pemasukan untuk mempercepat tujuan Anda.
SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time-Bound) method adalah pedoman untuk menyusun tujuan keuangan, yang berfokus pada lima hal penting.
- Specific : Tentukan tujuan keuangan yang spesifik dan detail,
- Measurable : Haruslah terukur dengan berbasis angka
- Achievable : Tujuan keuangan harus mudah dicapai, hindari ekspektasi terlalu tinggi
- Realistic : Tujuan keuangan harus sesuai dengan kemampuan Anda saat ini, jangan lakukan diluar kemampuan Anda
- Time-Bound : Menentukan batas waktu untuk menjaga konsistensi fokus untuk mencapai tujuan Anda
Terkena inflasi gaya hidup
Inflasi menjadi masalah ketika berbicara tentang uang. Lembaga keuangan dunia berusaha mengendalikan inflasi agar tetap pada batas aman, namun tidak dengan inflasi gaya hidup.
Inflasi gaya hidup adalah fenomena yang terjadi ketika kenaikan pengeluaran akibat penambahan pemasukan. Perilaku ini terjadi kepada orang yang mengalami kenaikan gaji maupun mendapatkan pemasukan tambahan.
Mulanya terlihat tidak ada yang aneh karena semua orang ingin menaikan kualitas hidup. Memang, mulanya seperti itu tetapi masalah akan muncul ketika Anda mulai was-was ketika tidak ada penambahan nominal rekening walaupun gaji besar.
Bentuk inflasi gaya hidup adalah ketika Anda mulanya masih sewa kos mudah tetapi pindah ke apartemen karena merasa gaji sudah bertambah. Kemudian, biasanya membeli handphone setelah tahun ketiga, kemudian tiap tahun langsung datang ke iBox karena merasa punya uang lebih banyak.
Dampak inflasi gaya hidup mulai terlihat ketika Anda tidak mampu mengendalikan pengeluaran. Mayoritas pengeluaran habis untuk kebutuhan non primer seperti membayar tagihan.
Serupa dengan inflasi ekonomi, inflasi gaya hidup dapat dikelola agar tidak mempersulit hidup. Langkah sederhananya ialah membuat budget pengeluaran serta mempersiapkan tabungan untuk masa mendatang.
Memiliki gaya hidup konsumtif
Gaya hidup konsumtif menggoda orang yang memiliki penghasilan besar, khususnya lulusan teknik yang bekerja di perusahaan migas. Alasan logisnya adalah karena punya uang untuk dibelanjakan.
JIka memiliki uang lebih banyak, maka pilihan untuk berbelanja semakin banyak. Tetapi tanpa adanya perencanaan malah membawa masalah besar pasak daripada tiang. Jumlah pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.
Perilaku konsumtif membuat Anda kesulitan menabung walaupun gaji tinggi.
Metode budgeting untuk gaji besar
Perencanaan keuangan dapat berjalan dengan melakukan budgeting. Sekarang ini, banyak sekali metode alokasi gaji yang bisa Anda pilih.
Metode Budgeting 50/30/20 menjadi terpopuler karena berfokus pada alokasi pemasukan berdasarkan persentase pengeluaran. Setelah dari pemasukan langsung digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan sisanya untuk tabungan dan berbelanja.
Metode 60/40
Metode 60/40 berfokus pada penyederhanaan pengeluaran dalam dua kategori yaitu kebutuhan pokok dan tabungan. Persentase kebutuhan pokok adalah 60% sedangkan tabungan sebesar 40%.
Enam puluh persen dari pemasukan langsung dialokasikan untuk membayar kebutuhan bulanan seperti transportasi, tagihan listrik, maupun biaya wajib setiap bulan. Kemudian sisanya dapat Anda gunakan untuk tujuan keuangan masa depan seperti dana darurat, uang pensiun, maupun modal usaha.
Metode tradisional
Metode tradisional adalah model budgeting dengan fokus menutantas kewajiban terlebih dahulu, kemudian tabungan. Bedanya adalah tidak ada pengelompokan persentase, langsung bayar tagihan begitu punya uang.
Metode budgeting ini sangat cocok untuk Anda yang sudah berkeluarga. Fokus pada pengeluaran kewajiban, kemudian mengelola pengeluaran, dan menyisihkan uang untuk ditabung.
Metode kakeibo
Metode budgeting kakeibo adalah bentuk pengelolaan keuangan dengan mencatat pengeluaran secara manual. Tujuan membuat catatan untuk mengetahui besar pengeluaran harian Anda, agar timbul kesadaran soal uang.
Kakeibo adalah metode pengelolaan uang dari Jepang. Pertama kali dipopulerkan oleh Hani Motoko pada tahun 1904.
Cara menggunakan kakaibo yaitu mencatat besar pendapatan atau uang yang Anda miliki saat ini. Kemudian, langsung menyisihkan untuk tabungan. Kemudian sisanya adalah mencatat besar pengeluaran Anda selama satu bulan.
Kategori pengeluaran metode kakeibo terbagi dalam empat bagian yaitu survival, optional, culture, dan extra. Secara sederhana adalah mulai dari memenuhi kebutuhan primer, sekunder, tersier, dan biaya tak terduga.
Metode kakeibo dilakukan dengan mencatat pengeluaran menggunakan buku. Namun, ada juga template metode kakeibo digital dengan aplikasi maupun Google Sheet.
Tools perencanaan keuangan
Menjalankan rencana keuangan membutuhkan tools untuk kemudahan mengelola uang. Secara umum, Microsoft Excel dan Google Sheet paling sering direkomendasikan.
Microsoft Excel unggul dalam pemodelan simulasi dan analisis data. Cocok untuk membuat skenario simulasi jangka panjang seperti rencana pensiun.
Google Sheet memiliki kelebihan aksesibilitas karena langsung tersambung ke akun Google. Tampilannya sederhana membuat siapapun dapat menggunakanya secara kolektif.
Seluruh panduan perencanaan keuangan cocok bagi lulusan teknik, Sesuai prinsipnya, orang teknik membutuhkan pemahaman taktis untuk mengakselerasi rencana keuangan masa depan.
Untuk mengeksplorasi tujuan finansial, terdapat template perencanaan keuangan pribadi yang dapat Anda unggah langsung di Shopee.
