perbedaan arsitektur gothic dan renaissance

Salah satu bentuk kebudayaan suatu bangsa adalah arsitektur bangunan. Bentuk arsitektur menjadi identitas sebuah peradaban yang terus berdiri sepanjang zaman.

Anda dapat mengenali negara dari bentuk arsitektur bangunan yang digunakan, seperti arsitektur gothic dan renaissance. Arsitektur gothic berlandaskan spiritual dan ilahi. Sedangkan arsitektur renaissance memakai filosofi humanis dan rasional.

Dalam ulasan ini, Anda akan menemukan apa perbedaan antara arsitektur gothic dan renaissance.

Perbedaan arsitektur gothic dan renaissance

Arsitektur Gothic

arsitektur gothic

Arsitektur Gothic merangkul ornamen dengan perkembangan teknologi untuk menghasilkan struktur masif. Gaya ini mengambil referensi dari gaya Romani untuk mendapatkan struktur menjulang tinggi. 

Gaya arsitektur gothic ramai di Paris dari abad ke-12 sampai ke-16 masehi. Gereja Notre Dame adalah contoh bangunan yang mengamalkan arsitektur gothic.

Arsitektur Gothic memiliki karakteristik sebagai berikut:

Memiliki lengkungan lancip

Lengkungan lancip (Pointed Arches) pada ketinggian struktur yang terlihat jelas pada bangunan Gothic. Secara visual meliputi bentuk lengkungan panjang dan tipis. 

Desain kubah berusuk

Kubah berusuk (Ribbed vault) 

Bangunan Gothic seringkali memakai ornamen kubah berusuk untuk melengkapi bentuk lengkungan runcing. Penempatan kubah dibuat sejajar satu sama lain untuk menopang atap bangunan, memberi daya tarik estetika di dalam ruangan, dan menstabilkan struktur agar dapat membuat bangunan lebih tinggi lagi. 

Penopang terbang

Penopang terbang (flying buttresses) memberi tambahan stabilitas struktur. Mampu menopang struktur dari luar dan membuat bangunan jauh lebih tinggi.

Jendela kaca patri

Jendela kaca patri (stained glass windows) menjadi ciri khas utama arsitektur Gothic. Biasanya terlihat dari lingkungan maupun bentuk jendela round rose, yang memunculkan efek visual ketika terkena cahaya. 

Jendela ini sering dipakai pada desain gereja untuk menggambarkan peristiwa Yesus melalui visual dari jendela. Selain itu, jenis jendela kaca patri memiliki ukiran dan batu hias di sekitarnya.

Memiliki detail dekoratif

Arsitektur Gothic memperhatikan detail ornamen. Ukuran kompeks, patung yang nampak hidup di puncak menara, dan gargoyle yang menghiasi bagian depan bangunan gothic.

Arsitektur Renaissance

arsitektur renaissance

Arsitektur renaissance adalah bentuk pembaruan dari arsitektur kuno pada zaman Romawi. Bermula dari gerakan Renaissance pada abad ke-14 yang melahirkan dampak transformasi di seluruh Eropa. 

Kemajuan pesat di bidang pengetahuan dan teknologi, namun tetap memberikan identitas arsitektur yang proporsi dan simetri. Gereja St. Peter’s Basilica adalah contoh bangunan dengan arsitektur renaissance.

Arsitektur Renaissance memiliki karakteristik sebagai berikut:

Memiliki unsur ornamen klasik

Bangunan arsitektur renaissance menggunakan unsur klasik seperti kubah, pilaster, lengkungan setengah lingkaran, pedimen, dan sebagainya. Unsur ini terinspirasi dari zaman Romawi dan Yunani. Penggunaan unsur klasik bertujuan menciptakan struktur monumental.

Simetri dan proporsi

Bagun geometri adalah kunci dalam arsitektur renaissance. Hal ini terlihat dari gaya desain yang simetri dan proporsi dengan menggunakan golden ratio.

Penggunaan batu bata

Desain bangunan arsitektur renaissance menekankan pada rambing dan bersih sehingga batu bata menjadi material yang digunakan. Kebanyakan bangunan zaman renaissance memakai material batu bata ashlar.

Memiliki pencahayaan alami

Bangunan pada era Renaissance terkenal terang karena banyak cahaya masuk ke dalam ruangan. Hal ini disebabkan penggunaan jendela clerestory dan jendela bundar yang terkenal sebagai sumber pencahayaan alami.

Kesimpulan

Perbedaan arsitektur gothic dan renaissance bermula dari pergeseran filosofi. Gothic berangkat dari pengaruh budaya dan agama, sedangkan renaissance didorong oleh kemajuan sains dan teknologi. 

Arsitek Gothic berfokus pada orgamental dengan jendela kaca patri, patung batu, dan menara menjulang tinggi. Arsitek renaissance fokus pada bentuk dan volume berdasarkan pendekatan matematika. Perbedaan pengaruh berdampak pada pemilihan gaya arsitektur.

Sumber

  • “Gothic Architecture and Renaissance Architecture Comparison.” UKEssays.com, 2009, www.ukessays.com/essays/architecture/gothic-architecture.php.
  • volzero.com. “The Difference between Renaissance V/S Gothic Architecture.” Volume Zero, volzero.com/news/view/the-difference-between-renaissance-vs-gothic-architecture.

By Ishak Okta Sagita

Mechanical Engineers seamlessly transition into the role of an SEO Content Writer to adeptly link technical products with a diverse audience.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *