Sistem perpipaan menjadi sarang yang mudah dimasuki oleh rayap. Hewan ini suka berada di lingkungan dengan kelembaban tinggi. Lokasi dengan sumber air melimpah adalah tempat ideal rayap untuk berkembang biak.
Rayap masuk ke dalam rumah dengan memanfaatkan celah pipa bocor untuk masuk dari dalam tanah. Keberadaannya dapat ditandai dengan adanya jalur lumpur, kayu rapuh karena di makan, dan laron bererbangan.
Agar rayap tidak masuk ke rumah Anda, instalasi perpipaan anti rayap adalah kuncinya. Caranya adalah memilih material pipa kedap air yang tidak mengandung selulosa, seperti pipa UPVC.
Pada ulasan ini, akan membahas karakteristik dan kelebihan pipa UPVC dalam sistem perpipaan anti rayap.
Pipa UPVC

UPVC merupakan singkatan dari Unplasticized Polyvinyl Chloride, jenis plastik yang tidak memakai tambahan plasticizer. Secara fisik membuat material lebih kaku, kuat, dan tahan berbagai kondisi lingkungan.
Apabila dibandingkan dengan material PVC, strukturnya lebih solid sehingga cocok untuk pengerjaan konstruksi. Bersifat non organik dan bersifat tidak menyerap air. Dengan kata lain, pipa UPVC tidak akan mengundang rayap.
Karakteristik Pipa UPVC
Pipa UPVC memiliki karakteristik tidak berkarat, tidak bereaksi terhadap air dan udara lembab. Kemudian, tahan terhadap paparan kimia ringan sehingga aman untuk aktivitas yang menggunakan air.
Bobot UPVC terbilang lebih ringan daripada besi tetapi kuat dalam menahan tekanan. KOmbinasi ringan dan tahan tekanan membuat layak untuk pemakaian jangka panjang.
Karakteristik fisik pipa UPVC
| Karakteristik / Parameter | Spesifikasi Teknis |
| Kekakuan | Bersifat keras dan kaku, tidak mengandung bahan pemlastis |
| Struktur | Kokoh |
| Massa Jenis | 1,38 – 1,46 g/cm³ |
| Kekuatan Tarik | 45 – 50 MPa |
| Permukaan Dalam | Memiliki tingkat gesekan rendah dan tegangan permukaan minimal |
| Batas Termal | 0°C hingga 60°C |
| Ketahanan | Tahan asam anorganik, basa, larutan garam, dan karat |
| Sifat Kelistrikan | Non-konduktor |
| Ketahanan Api | Tahan api |
Kelebihan pipa UPVC
Pipa UPVC merupakan pilihan untuk mengatasi masalah rayap pada saluran air. Berikut adalah kelebihan yang membuatnya menjadi solusi masalah tersebut.
Tidak beracun
Pipa UPVC terbuat dari resin PVC yang tidak beracun, sehingga tidak melepaskan bahan kimia ke dalam air. Cocok untuk suplai penyediaan air bersih. Pada tempat tertentu, pipa UPVC menjadi saluran air minum.
Material pipa ini bersifat netral terhadap jenis fluida yang dialirkan, tidak berbau dan berasa, sehingga membuatnya aman untuk saluran perpipaan air bersih.
Tahan lama
Pipa UPVC dapat bertahan sampai 100 tahun, selama sistem perpipaan dipasang sesuai dengan standar pemasangan dan penyambungan pipa. Inilah yang membuat UPVC menjadi pilihan untuk pengerjaan proyek saluran perpipaan komersil karena tahan korosi dan cuaca ekstrem.
Proses pemasangan mudah
Pipa UPVC memiliki bobot ringan dan mudah dipotong sesuai kebutuhan sehingga membuatnya mudah disambungkan dengan perekat khusus UPVC. Kelebihan ini membuatnya menjadi pilihan untuk pengerjaan saluran perpipaan dalam gedung.
Minim perawatan
Perawatan pipa ini sangatlah mudah dibersihkan, minim perawatan sehingga cocok untuk pemakaian di area yang sulit dijangkau. Tahan penumpukan kerak, sehingga keraknya tidak perlu dibersihkan seperti jenis pipa lainnya.
Kemudahan perawatan membuat pipa UPVC lebih menguntungkan dari segi biaya. Anda tidak perlu mengkhawatirkan pengeluaran berlebih setelah selesai pemasangan.
Tahan kebocoran
Permukaan halus di bagian dalam pipa UPVC dapat mengurangi gesekan fluida dan meningkatkan kelancaran aliran air. Dengan demikian, tidak ada masalah dengan aliran fluida bervolume besar.
Tahan terhadap asam
Pipa UPVC tahan bahan kimia yang mengandung alkali, asam, garam, dan zat korosif lainnya.
Pipa UPVC dalam sistem perpipaan
Pipa jenis UPVC banyak digunakan untuk pengerjaan sistem saluran air bersih dan sistem pembuangan. Sistem perpipaan air bersih berguna untuk menyalurkan suplai air di dalam hunian. Kemudian saluran pembuangan untuk mengalirkan air kotor sisa penggunaan.
Pipa UPVC adalah pilihan untuk pipanisasi anti rayap
Hunian yang dihinggapi rayap dikarenakan adanya kebocoran saluran perpipaan yang membuat air terus keluar dan menaikan tingkat kelembaban lingkungan. Untuk mengantisipasinya, harus memakai pipa yang tidak bisa ditembus rayap.
UPVC adalah material pipa untuk pipanisasi antirayap. Pipa bahan UPVC terkenal dengan kaku dan tidak mudah retak sehingga pemakaian usianya panjang. Material anorganik dan memiliki sifat tidak berpori sehingga menutup saluran akses masuk rayap.
Secara teknis, terdapat dua mekanisme UPVC untuk menyucikan sistem perpipaan anti rayap yaitu melalui jalur sanitasi kedap air dan sistem retikulasi anti rayap.
Jalur Sanitasi kedap air dilakukan ketika rayap sering merangsek masuk ke dalam rumah melalui jalur lumpur dari celah pipa bocor. Instalasi pipa UPVC pada saluran air bersih dan pembuangan menutup total risiko karena sifat materialnya non organik dan tidak berpori yang dapat menghentikan saluran air bagi rayap.
Sistem retikulasi anti rayap menjadi sistem retikulasi injeksi termitisida di bawah tanah. Proses pipanisasi ini dilakukan dengan memasang jaringan pipa UPC berlubang diameter ½ inci yang mengelilingi struktur pondasi atau di bawah lantai sebelum tahap pengecoran. Setiap lubang pada pipa ditutup menggunakan kasa agar tanah tidak masuk dan menyumbat saluran.
Jaringan pipa ini kemudian dihubungkan ke titik inlet dan outlet pada dinding bangunan. Melalui titik inlet ini, operator pest control dapat memompakan cairan kimia bertekanan tinggi secara berkala untuk merendam pondasi tanpa perlu merusak struktur lantai.
