Lulusan teknik bergaji besar tetaplah memiliki masalah keuangan. Besar gaji yang didapatkan selalu habis begitu saja.
Setelah transferan uang masuk, kemudian dibelanjakan untuk berbagai hal. Memberi barang yang sudah di impikan sejak lama tetapi tidak bisa karena kelamaan di proyek.
Tetapi setelah keluar dari perusahaan besar, mendadak tidak punya apa-apa. Rekening tabungan tidak ada sisanya sama sekali. Saldo rekening lebih sedikit daripada pin ATM.
Jika Anda familiar dengan kondisi ini, Anda tidak sendirian. Jutaan orang di seluruh dunia mengalami hal serupa. Sudah bekerja dengan gaji tinggi tetapi tidak bisa menabung sama sekali.
Lalu, apa penyebab sudah menabung walau sudah mendapatkan gaji besar.
Penyebab susah menabung

Godaan gaya hidup, promo menarik, sampai fear of missing out menjadi penyebab uang selalu habis. Tetapi alasan sebenarnya tidak sesederhana demikian. Ada aspek tersembunyi yang jarang dibahas namun mempengaruhi seseorang ketika berurusan dengan uang.
Inflasi gaya hidup
Inflasi gaya hidup adalah kecenderungan menaikan pengeluaran seiring dengan meningkatnya pendapatan. Hal ini sering terjadi pada semua orang yang memiliki uang lebih banyak.
Perilaku ini terjadi ketika ada perubahan gaya hidup yang dialami seseorang. Contohnya adalah mulai makan di tempat mahal, pindah ke hunian lebih mahal, ganti handphone, sampai ambil kredit mobil keluaran terbaru.
Penyebab inflasi gaya hidup karena hedonic treadmill dimana kepuasan yang diperoleh dari tingginya pendapatan bersifat sementara. Dampaknya adalah untuk mendapatkan kepuasan yang sama, maka Anda harus membeli barang lebih banyak atau lebih mahal.
Fenomena konkritnya di kehidupan sehari-hari adalah ketika biasanya mengeluarkan Rp 25.000 untuk sekali makan, kemudian naik menjadi Rp 100.000 dengan dalih perubahan gaya hidup.
Tekanan sosial tinggi
Gaji besar berbanding lurus dengan lingkaran pergaulan kelas atas. Hal ini memang tidak bisa dipungkiri lagi karena pendapatan mempengaruhi pertemanan.
Walau demikian, ada jebakan tersembunyi yang disebut tekanan sosial tinggi karena jumlah pendapatan maupun jabatan yang Anda terima saat ini. Ini sejalan dengan inflasi gaya hidup, dimana Anda belanja untuk membangun status sosial daripada membangun aset keuangan.
Tekanan sosial tinggi berdampak pada pembelian impulsif karena tidak dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Pengeluaran berantakan membuat gaji besar tetap habis sebelum waktunya.
Maka, tidak heran kalau ada orang yang tidak punya tabungan walaupun pendapatan bulannya mencapai ratusan juta rupiah.
Manajemen keuangan lemah
Manajemen keuangan adalah ilmu tentang mengelola uang. Bagaimana mengalokasikan uang untuk kebutuhan harian hingga tabungan masa depan.
Asumsi umum adalah orang berpenghasilan tinggi memiliki manajemen keuangan baik. Namun, masih ada kasus buruknya manajemen keuangan yang dilakukan orang berduit.
Penyebabnya adalah tidak ada rencana keuangan bulanan seperti persentase tabungan, dana darurat, belanja bulanan, investasi, dan tujuan keuangan lainnya. Setiap ada uang masuk, tidak langsung masuk ke rekening tabungan bulanan.
Tanggungan keuangan yang besar
Gaji besar tetapi masih tidak bisa menabung dana darurat karena memiliki tanggungan. Terkadang, ada kalanya besarnya gaji berbanding lurus dengan beban tanggungan keuangan yang dibayarkan.
Biaya sekolah, uang kuliah, biaya sewa rumah, biaya keluarga besar, biaya operasional bisnis adalah bentuk tanggungan keuangan dengan nominal besar. Beban keuangan ini secara tidak langsung mempengaruhi perencanaan keuangan.
Jadi, tidak heran kalau ada orang berpenghasilan tinggi tetapi masih kesulitan cara agar bisa menabung. Penyebabnya adalah besarnya tanggungan keuangan yang harus dipikul.
Pergeseran prioritas ke masa sekarang
Kesulitan menabung terjadi ketika menganggap menabung tidak memberikan nilai lebih. Berbeda jauh dengan membeli barang yang mana langsung memberi dampak fungsional maupun psikologis.
Argumen menabung adalah hal yang sia-sia datang dari orang yang melihat tabungan tidak menambah return. Nilai return menaruh uang di tabungan jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan menaruh di instrumen reksadana. Walau begitu, bukan artinya Anda mengikutinya secara literal.
Tabungan dapat Anda gunakan untuk kondisi darurat, dimana Anda harus mengeluarkan uang tunai saat itu juga. Ketika sudah menyiapkan uang dalam tabungan, kecemasan finansial dapat teratasi.
Tidak memiliki tujuan keuangan
Hal terakhir penyebab sulit menabung adalah tidak memiliki tujuan keuangan yang ingin dicapai. Dalam mewujudkan tujuan keuangan harus menyisihkan uang setiap bulan secara disiplin.
Melalui tujuan keuangan, Anda dapat makin terarah untuk meraih hasil finansial yang diinginkan. Beberapa rekening menyediakan tabungan autodebet, agar langsung menyisihkan pemasukan Anda setiap bulan tanpa khawatir terlewatkan.
Cara agar bisa menabung rutin

Setelah mengetahui penyebab uang selalu habis walaupun gajinya besar, berikutnya adalah bagaimana cara agar bisa menabung rutin. Memulai dari kebiasaan menyisihkan uang secara rutin merupakan langkah awal mencapai tujuan keuangan.
Menabung tidak harus menyiksa diri sampai mengencangkan sabuk pengaman. Anda dapat melakukan langkah strategi agar bisa menabung rutin yang aman dan tentram.
Menambahkan penghasilan
Menabung dengan cara mencari penghasilan tambahan terlihat tidak sejalan. Namun, pendekatan ini akan masuk akal apabila Anda memiliki banyak tanggungan.
Salah satu masalah orang sulit menabung adalah memiliki beban finansial yang ditanggung. Agar tidak merusak perencanaan biaya yang sudah berjalan, diperlukan sumber keuangan lain untuk tujuan menabung.
Menjual produk melalui marketplace, media sosial, hingga membangun aset digital adalah cara paling dekat untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Nantinya, uang yang masuk dapat Anda fungsikan sebagai tabungan.
Mengaudit pengeluaran
Sesuai namanya, audit adalah proses pengumpulan data untuk memperoleh informasi terkait penyimpangan. Dalam konteks ini, audit pengeluaran bertujuan mencari pada titik mana saja terjadi pengeluaran bocor alus. Pengeluaran kecil namun berimbas pada kondisi keuangan Anda.
Audit pengeluaran dilakukan mulai dari menyisir semua pengeluaran secara menyeluruh. Carilah mana pengeluaran terbesar, terkecil, dan pengeluaran rutin. Kemudian lakukan optimasi agar pengeluaran terkendali sehingga menaikan persentase uang yang dapat ditabung.
Mengaktifkan tabungan autodebet
Bank digital memiliki fitur tabungan autodebet untuk membantu Anda menabung secara otomatis. Caranya hanya perlu menentukan nominal saldo dan jadwal transfer, kemudian sistem akan memindahkan saldo secara otomatis ke rekening tujuan.
Metode ini membantu meringankan beban karena tidak perlu pusing mikirin menyimpan uang. Cocok untuk orang yang kesulitan dalam menyisihkan uang untuk menabung
Menentukan tujuan menabung bulanan
Menabung tanpa tujuan jelas akan menyulitkan karena cenderung tidak memperoleh hasil. Menentukan target tujuan menabung yang realistis membantu menjaga kewarasan.
Menabung ke rekening khusus tabungan
Sejalan dengan autodebet, gunakan rekening lain sebagai tabungan. Memisahkan rekening koran dengan rekening tabungan membuat Anda tidak mudah merasa bersalah karena tidak bisa menabung.
Sekarang ini sudah banyak rekening digital untuk dialihfungsikan menjadi rekening tabungan. Carilah bank digital yang sejalan dengan kebutuhan Anda.
Baca Juga : Manfaat Jangka Panjang dari Perencanaan Keuangan
Catat perjalanan menabung bulanan bersama Personal Finance Dashboard

Penyebab susah menabung terjadi karena adanya inflasi gaya hidup, tekanan sosial, kurangnya manajemen keuangan, dan perubahan prioritas karena tingginya beban tanggungan. Kesulitan untuk menyisihkan uang tidak memandang kondisi ekonomi, orang berpenghasilan tinggi mengalami hal serupa.
Cara agar bisa menabung rutin adalah dengan menentukan tujuan menabung, mencari pemasukan tambahan, dan membuat rekening khusus tabungan. Langkah ini diambil demi membangun kebiasaan menabung.
Kebiasaan menabung tidak hanya menyisihkan uang secara rutin, melainkan perlu dipantau perkembangannya. Sudah seberapa jauh nominal uang yang berhasil tersimpan.
Personal Finance Dashboard Pro Google Sheet adalah template untuk mengatur keuangan pribadi Anda. Salah satu fiturnya adalah memantau alokasi keuangan Anda.
Download template Personal Finance Dashboard Pro Google Sheet melalui tautan di bawah ini
Sumber
- “Awas Lifestyle Inflation Melanda, Atur Pengeluaran Jangan Banyak “Bercyanda.”” Treasury, 2024, www.treasury.id/awas-lifestyle-inflation-melanda-atur-pengeluaran-jangan-banyak-bercyanda. Accessed 24 Oct. 2025.
- Bank, PT. “4 Penyebab Sulit Menabung Dan Solusi Jagonya | Bank Jago.” Jago.com, 2022, www.jago.com/id/blog/penyebab-solusi-sulit-menabung. Accessed 24 Oct. 2025.
- “Tabungan: Manfaat, Penyebab Sulit Menabung & Tips Suksesnya.” DBS, 2024, www.dbs.id/digibank/id/id/articles/tabungan-manfaat-penyebab-sulit-menabung-tips-suksesnya. Accessed 24 Oct. 2025.
