Selang pemadam kebakaran menjadi elemen penting untuk menjalankan sistem perlindungan kebakaran. Benda ini selalu tersedia di dalam gedung hingga kendaraan damkar, dan dapat digunakan kapan saja.
Fungsinya dalam sistem keamanan adalah mengalirkan air dari sumber air untuk memadamkan api. Umumnya, selang disambungkan melalui hydrant atau tempat penampung air.
Walaupun fungsinya sebagai pendistribusi air, tetapi dalam prakteknya pemilihan selang pemadam kebakaran tidak sembarangan pilih. Anda perlu mengenali karakteristik dan jenis selang yang digunakan. Selang yang dipilih harus sesuai kebutuhan dan pemakaian.
Dalam ulasan ini, berikut adalah jenis selang pemadam kebakaran yang digunakan untuk memadamkan api.
Baca Juga : Pipa Venturi – Alat Pengukur Aliran Fluida Dalam Pipa
Jenis selang pemadam kebakaran
Selang untuk memadamkan kebakaran terbagi menjadi dua macam yaitu berdasarkan material dan berdasarkan pemakaian.
Selang pemadam kebakaran berdasarkan material
Terdapat berbagai bahan yang dipakai untuk membuat selang fire hydrant.
Polyester
Selang pemadam kebakaran memakai dua jenis polyester yaitu filamen dan stapel. Material polyester sangat cocok untuk pemakaian bahan dasar pembuatan selang pemadam kebakaran karena mampu menahan tekanan air sampai 13 bar.
Jenis selang ini memiliki bobot yang ringan, memiliki ketahanan dalam suhu tinggi serta tahan abrasi bahan kimia. Keunggulan ini membuat selang pemadam kebakaran polyester sering dipakai untuk memadamkan kebakaran
Kanvas
Kanvas menjadi bahan pembuat selang karena mampu menjaga tekanan air sampai 17 bar. Kualitas bahannya membuat jenis selang ini kuat dan tidak bocor.
Bahan ini diminati karena biayanya lebih murah, tahan abrasi dan zat kimia, dan mudah diperbaiki ketika terjadi kerusakan.
Rubber
Selang pemadam dengan memakai bahan karet menghasilkan permukaan yang licin dan tidak mudah tembus air kalau dibandingkan dengan bahan kanvas maupun poliester. Material ini secara ketahanan dapat menahan tekanan air mencapai 18 bar.
Secara teknis, karet memiliki durabilitas tinggi dan tahan terhadap abrasi. Dengan demikian selang pemadam rubber dapat digunakan lebih lama. Penggunaan dan pemakaiannya mudah dan fleksibel.
Selang pemadam kebakaran berdasarkan penggunaan
Terdapat berbagai jenis selang pemadam yang dipilih berdasarkan penggunaannya.
Attack hose
Attack hose atau selang serang merupakan jenis selang yang dipakai untuk memadamkan api secara langsung. Karena berhadapan langsung dengan api maka harus menggunakan bahan yang ringan, kuat, dan tahan panas.
Selang ini memiliki diameter 1,5 sampai 2,5 inci. Panjang sampai 15,2 meter, dan dapat mengalirkan air dengan tekanan tinggi mencapai 400 psi.
Supply hose
Supply hose menjadi selang untuk mengangkut fluida cair atau gas ke titik penggunaan. Selang ini memiliki diameter 2,5 sampai 4 inci, dengan kemampuan menahan tekanan lebih dari 6000 psi.
Jenis selang ini memakai bahan karet maupun sintetis untuk menahan tekanan dan cuaca ekstrem. Karena untuk mensuplai air, maka membutuhkan panjang selang sampai 61 meter.
Relay hose
Relay hoze merupakan selang khusus yang dipakai untuk mengalirkan air ke bangunan tinggi dengan memanfaatkan pompa dan katup relay. Secara karakteristik, selang ini lebih tebal dan besar serta memiliki fleksibilitas untuk menjangkau area tertentu.
Selang relay memiliki panjang antara 15-60 meter yang terbuat dari bahan sintetis, karet, EPDM agar mampu menahan terhadap abrasi.
Foam hose
Foam hose menjadi selang untuk menyalurkan busa supaya dapat memadamkan api. Bentuk selang ini lebih tebal dan kokoh karena harus menahan tekanan air dan busa sekaligus. Memiliki permukaan halus untuk meminimalisir gesekan.
Selang ni terbuat dari karet, EPDM, dan bahan sintesis untuk performa dan pemakaian tahan lama. Kemudian jenis selang ini memiliki konektor khusus yang dapat dipasang ke peralatan pemadam kebakaran berbasis busa.
Pertimbangan sebelum memilih selang pemadam kebakaran
Beberapa jenis selang untuk memadamkan kebakaran tidak digunakan semuanya sekaligus. HSE biasanya menetapkan berbagai kondisi untuk menjadi pertimbangan dalam memilih selang pemadam kebakaran.
Tujuannya adalah agar pemakaian sesuai dengan kebutuhan. Berikut adalah aspek yang menjadi pretimbangan
1. Material dan Konstruksi
Selang pemadam kebakaran terbuat dari material berbeda-beda. Sehingga, Anda harus menyesuaikan selang berdasarkan pemakaian untuk memadamkan api. Faktor lokasi, tekanan, dan kondisi lingkungan kerja menjadi pertimbanga.
Selang pemadam polyester dapat menjadi relay hose untuk area ketinggian. Selang rubber dapat difungsikan supply hose.
2. Panjang dan Diameter
Selanjutnya, tentukan panjang dan diameter selang sesuai jangkauan area pemadaman. Diameter berkaitan dengan ketebalan dan kekuatan untuk menahan tekanan aliran air untuk memadamkan api. Panjang selang berkaitan dengan jarak tempuh air untuk menjangkau lokasi titik kebakaran.
3. Kesesuaian dengan Standar
Pemasangan perangkat pemadam kebakaran memiliki beberapa standar yang harus diikuti. Standar yang sering dipakai adalah NFPA (National Fire Protection Association), K3, dan SNI.
Pengaturan standarisasi meliputi instalasi sistem pemadam kebakaran hingga menentukan spesifikasi komponen.
4. Kemudahan Perawatan dan Perbaikan
Hal terakhir yang harus menjadi pertimbangan adalah aksesibilitas dan koneksi untuk mendapatkan persediaan material pengganti ketika ada komponen yang rusak. Komponen cadangan menjadi langkah taktis apabila ada kerusakan pada selang pemadam kebakaran.
Selain kemudahan akses, pastikan cara penyimpanan yang benar agar selang tidak mudah rusak. Cara ini dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli selang baru sebelum waktunya.
Baca Juga : Mengenal Orifice Meter
Kesimpulan
| Kategori Utama | Jenis Selang | Spesifikasi Teknis | Karakteristik & Fungsi Utama |
| Berdasarkan Material | Polyester | Tahan tekanan hingga 13 bar. | Berbobot ringan, tahan suhu tinggi, dan tahan abrasi bahan kimia. |
| Kanvas | Tahan tekanan hingga 17 bar. | Sangat kuat/tidak bocor, biaya lebih murah, tahan zat kimia, dan mudah diperbaiki. | |
| Rubber (Karet) | Tahan tekanan hingga 18 bar. | Permukaan licin, kedap air, durabilitas tinggi, serta penggunaannya sangat fleksibel. | |
| Berdasarkan Penggunaan | Attack Hose | Diameter: 1,5 – 2,5 inci Panjang: s/d 15,2 meter Tekanan: hingga 400 psi | Ringan, kuat, dan tahan panas. Berfungsi untuk memadamkan api secara langsung. |
| Supply Hose | Diameter: 2,5 – 4 inci Panjang: s/d 61 meter Tekanan: > 6000 psi | Tahan cuaca ekstrem. Berfungsi untuk mengangkut fluida cair/gas ke titik penggunaan. | |
| Relay Hose | Panjang: 15 – 60 meter | Tebal, besar, lentur, dan tahan abrasi. Berfungsi untuk mengalirkan air ke bangunan tinggi (dibantu pompa/katup). | |
| Foam Hose | Mampu menahan tekanan air dan busa sekaligus | Kokoh, tebal, permukaan halus, punya konektor khusus. Berfungsi khusus untuk menyalurkan busa pemadam. |
